MENDENGARKAN SUARA ALLAH
Dipublikasikan pada 06 Februari 2022
4 min baca

Lukas 5:1-11

Mengutip dari healthline.com, ada beberapa manfaat dari mendengar musik: Pertama, membantu belajar menjadi lebih baik. Agar otak dapat merangsang lebih baik, disarankan oleh para Dokter di John Hopkins untuk sering mendengarkan musik. Karena orang yang mendengarkan musik, lebih banyak melibatkan kinerja otak. Kedua, meningkatkan daya ingat. Musik ternyata juga mampu meningkatkan daya ingat para pendengarnya. Mereka lebih mudah mengingat sembari mendengarkan lagu-lagu. Ketiga, membantu mengobati penyakit mental. Alunan nada-nada musik dapat merangsang zat-zat kimia dalam otak yang memiliki peran pada kesehatan mental. Keempat, menurunkan tingkat kecemasan. Terapi musik juga dipercaya dapat membantu mengurangi rasa cemas (anxiety). Kelima, meringankan gejala depresi

Suatu penelitian mengungkapkan bahwa terapi musik dapat memberikan efek yang baik bagi orang yang mengalami gejala depresi.

Lalu apakah manfaat dari mendengar firman Tuhan? Berdasarkan kisah Lukas 5:1-11, kita dapat menyaksikan bahwa mendengar suara Tuhan akan memungkinkan kita mengalami mujizat Tuhan. Selesai mengajar, Tuhan Yesus menyuruh Simon “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Lukas 5:3a, 4). Berdasarkan pengalaman Simon dan rekan-rekan, perintah itu tidak masuk akal. Sehingga Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa,”

Perintah itu terasa tidak logis bagi Simon dan rekannya. Berdasarkan pengalaman mereka, menebarkan jala di siang hari di tempat yang dalam itu akan sia-sia, jika malam saja mereka tidak mendapat ikan apa lagi di siang hari. Yesus memang guru yang hebat, tetapi Simon merasa lebih tahu kapan dan di mana, serta bagaimana cara menangkap ikan.

Bersyukur, respon simon tidak berhenti disitu, “…tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Lukas 5:5). Simon bertolak ke tengah dan menebarkan jalanya, saat itu dia tidak mengharapkan apa-apa. Simon melakukan karena Tuhan Yesus yang menyuruh. Mungkin saja Simon melakukan sekedar menghargai Tuhan Yesus sebagai guru yang dihargai oleh banyak orang. Namun di sisi lain kalimat ini juga dapat menunjukkan keyakinan Simon kepada Yesus. Dia siap untuk mempercayai kata-kata sang Guru, meskipun secara akal dia menganggap Yesus bukan seorang nelayan yang berpengalaman dan ahli seperti dirinya.

Simon mendengar, mempercayai dan melakukan. Lalu mukjizat itu terjadi. Apa yang tidak dipikirkan dan harapkan itulah yang dia dapatkan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. "…mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak...lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam" (Lukas 5:6, 7b). Ini tangkapan terbesar yang pernah didapatkan Petrus dan kawan-kawan. Mereka menikmati berkat ketika mereka mendengar dan melakukan perintah Tuhan.

Setidaknya dalam kisah ini kita menyaksikan bahwa mendengar dan melakukan firman Tuhan dapat menjadi sarana Tuhan menyatakan kuasa dan berkat-Nya. Mukjizat Tuhan dinyatakan bagi mereka yang mendengar dan melakukan suara Tuhan. Kepatuhan mengikuti arahan Firman dapat menghadirkan berkat.

Kategori
Kotbah Minggu
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
21 Orang Membaca