INI TENTANG KEMURAHAN HATI
Dipublikasikan pada 28 Juni 2024
2 min baca

Bacaan: II Korintus 8:1-7

Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap, dan meskipun mereka sangat miskin, mereka kaya dalam kemurahan.

(2 Kor. 8:2)

Seorang anak meminta kepada ibunya untuk menambah lauk yang akan dibawa, ia ingin membagikan kepada temannya. Padahal bekal yang ia bawa bukan bekal yang mewah, hanya satu telur ceplok yang sanggup disediakan oleh ibunya. Ia meminta lebih, karena kemarin ia melihat ada teman kelasnya yang hanya membawa nasi putih untuk bekal ke sekolah.

Jemaat Makedonia dipuji oleh Paulus, karena meskipun mereka sedang menghadapi pergumulan berat, namun tetap bisa terlibat dalam pelayanan kasih, mereka memberi, bahkan melampaui kemampuan mereka. Ada sukacita dan semangat yang mendorong mereka untuk turut mendukung pelayanan yang ada. Jemaat Makedonia yang memiliki hati memberi dengan kasih, bukan tergolong jemaat yang kaya, tetapi pemberian mereka justru menakjubkan. Mereka memberi melampaui kemampuan mereka. Artinya, ini bukan soal berapa banyak harta yang mereka miliki dan apa yang mereka beri, melainkan tentang kemurahan hati yang mau mempersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan.

Pemberian untuk mendukung pelayanan kasih tidak bergantung pada berapa banyak kita mampu memberi, karena ini bukan soal harta. Ini tentang kemurahan hati. Memberi bukan karena terpaksa, karena Allah pun tak pernah terpaksa untuk memberkati kita. Jika seorang anak kecil mampu menjadi saluran berkat bagi temannya, maka kita orang dewasa harusnya lebih bisa lagi menjadi saluran berkat.

DOA:

Ajarkan aku untuk selalu memberikan yang terbaik untuk-Mu ya Tuhan.

Agar lewat hidup dan karyaku, nama Tuhan dipermuliakan. Amin.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
5 Orang Membaca