
Bacaan : Lukas 2 : 40 – 52
Kristo : Lho, koq gitu ya ….! Yesus sikapnya koq gitu ya !?
Kristin : Apa maksudmu Kristo ?
Kristo : Coba perhatikan bacaan kita, …. waktu ibu Maria menyatakan kecemasannya karena mencari
Yesus. Yesus menjawab : "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Menurutku, itu jawaban yang kurang sopan, bukankah Maria dan Yusuf sudah beberapa saat ada dalam kecemasan dan bersusah payah mencari Yesus ?
Kristin : Iya ya, apakah Yesus terkategori anak yang nakal ?
Kristian : Ah, nggak begitu Kristo dan Kristin !
Kristo : Tapi fakta tertulis begitu, ‘kan alkitab yang sebutkan ….
Kristian : Begini penjelasannya :
Setiap anak Israel sejak kecil sudah dididik oleh orang tuanya tentang Taurat TUHAN (Ulangan 6:4-9); saat mereka berusia 12 tahun, mereka disebut “anak Taurat”, anak yang diminta bukan hanya belajar Taurat tetapi melakukan Taurat. Yesus yang menyadari status diri-Nya, belajar kepada para rabi(alim ulama) di Bait Allah. Yusuf dan Maria seharusnya menyadari bahwa mencari Yesus, tidak perlu repot-repot berkeliling tetapi bisa langsung ke Bait Allah sesuai status Yesus sebagai anak Taurat
sekaligus Anak BAPA.
Lukas 2 : 40, menyatakan bahwa Yesus penuh hikmat (Yunani : pleroumenon sophia) dan ….
Lukas 2 : 52, menyatakan bahwa Yesus bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya (Yunani : sophia kai
helikia)
Lukas menyatakan bahwa Yesus yang bertambah usia/dewasa dan bertambah hikmat-Nya :
1. Menyadari diri-Nya adalah Anak BAPA dan mewujudkannya dengan berada di rumah BAPA (= Bait Allah) dan belajar hukum Tuhan sehingga IA dikasihi Allah (ayat 52)
2. Menyadari bahwa walau IA adalah Anak BAPA, IA juga adalah anak Yusuf-Maria sehingga IA tetap hidup dalam asuhan mereka sehingga IA dikasihi manusia (ayat 52)
Jawaban yang IA berikan kepada Yusuf-Maria adalah mengingatkan mereka akan siapa diri-Nya dan siapa diri Yusuf-Maria.
Kristo : Ooo …. begitu tho .
Kristin : Apa maknanya bagi kita ?
Kristian : Kita saat ini berada di minggu ke 52, minggu terakhir dari tahun 2021, tentunya kita sudah
bertambah usia, bertambah pengalaman dan bertambah hikmat ….
Kristo : Eee tunggu dulu Kristian, bertambah usia dan pengalaman …. itu so pasti. Tapi bertambah
hikmat ?
Kristian : Saya tanya, apakah di masa pandemi ini, kamu tetap belajar firman Tuhan ?
Kristo : Tentu …. bahkan berbagai webinar dan pembinaan selalu kuikuti dengan rajin, sehingga makin
bertambah pengetahuanku tentang firman Tuhan.
Kristin : Tapi …. belum dilakukan ! He he he ….
Kristian : Nah itulah persoalannya, kita belajar firman Tuhan dan bertambah hikmat, tetapi kerap itu
tidak dilakukan. Tuhan Yesus penuh hikmat; “penuh” itu bahasa Yunaninya pleroumenon,
penuh sampai meluap-luap, artinya hikmat Yesus nampak dalam kehidupan-Nya, IA belajar
Taurat di rumah BAPA, IA juga hidup dalam asuhan Yusuf-Maria berarti IA menghormati
orang tuanya.
Jadi kita yang sudah bertambah : usia, pengalaman bahkan firman Tuhan harus
mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kristo : Terima kasih Kristian untuk penjelasannya.
Kristin : Ooo ya, sampai kelupaan, “Selamat Natal” untuk Kristo dan Kristian
Kristian : “Selamat Natal”, biarlah Imanuel terus kita nikmati, juga di tahun 2022.
Kristo : “Selamat Natal” juga. Eeee ….. Kristin, mana coklat Natalnya ?
Kristin : Bereslah ….
-pk-