YESUS LAHIR: PENUH HIKMAT
Dipublikasikan pada 26 Desember 2021
5 min baca

Bacaan : Lukas 2 : 40 – 52

Kristo : Lho, koq gitu ya ….! Yesus sikapnya koq gitu ya !?

Kristin : Apa maksudmu Kristo ?

Kristo : Coba perhatikan bacaan kita, …. waktu ibu Maria menyatakan kecemasannya karena mencari

Yesus. Yesus menjawab : "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Menurutku, itu jawaban yang kurang sopan, bukankah Maria dan Yusuf sudah beberapa saat ada dalam kecemasan dan bersusah payah mencari Yesus ?

Kristin : Iya ya, apakah Yesus terkategori anak yang nakal ?

Kristian : Ah, nggak begitu Kristo dan Kristin !

Kristo : Tapi fakta tertulis begitu, ‘kan alkitab yang sebutkan ….

Kristian : Begini penjelasannya :

Setiap anak Israel sejak kecil sudah dididik oleh orang tuanya tentang Taurat TUHAN (Ulangan 6:4-9); saat mereka berusia 12 tahun, mereka disebut “anak Taurat”, anak yang diminta bukan hanya belajar Taurat tetapi melakukan Taurat. Yesus yang menyadari status diri-Nya, belajar kepada para rabi(alim ulama) di Bait Allah. Yusuf dan Maria seharusnya menyadari bahwa mencari Yesus, tidak perlu repot-repot berkeliling tetapi bisa langsung ke Bait Allah sesuai status Yesus sebagai anak Taurat

sekaligus Anak BAPA.

Lukas 2 : 40, menyatakan bahwa Yesus penuh hikmat (Yunani : pleroumenon sophia) dan ….

Lukas 2 : 52, menyatakan bahwa Yesus bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya (Yunani : sophia kai

helikia)

Lukas menyatakan bahwa Yesus yang bertambah usia/dewasa dan bertambah hikmat-Nya :

1. Menyadari diri-Nya adalah Anak BAPA dan mewujudkannya dengan berada di rumah BAPA (= Bait Allah) dan belajar hukum Tuhan sehingga IA dikasihi Allah (ayat 52)

2. Menyadari bahwa walau IA adalah Anak BAPA, IA juga adalah anak Yusuf-Maria sehingga IA tetap hidup dalam asuhan mereka sehingga IA dikasihi manusia (ayat 52)

Jawaban yang IA berikan kepada Yusuf-Maria adalah mengingatkan mereka akan siapa diri-Nya dan siapa diri Yusuf-Maria.

Kristo : Ooo …. begitu tho .

Kristin : Apa maknanya bagi kita ?

Kristian : Kita saat ini berada di minggu ke 52, minggu terakhir dari tahun 2021, tentunya kita sudah

bertambah usia, bertambah pengalaman dan bertambah hikmat ….

Kristo : Eee tunggu dulu Kristian, bertambah usia dan pengalaman …. itu so pasti. Tapi bertambah

hikmat ?

Kristian : Saya tanya, apakah di masa pandemi ini, kamu tetap belajar firman Tuhan ?

Kristo : Tentu …. bahkan berbagai webinar dan pembinaan selalu kuikuti dengan rajin, sehingga makin

bertambah pengetahuanku tentang firman Tuhan.

Kristin : Tapi …. belum dilakukan ! He he he ….

Kristian : Nah itulah persoalannya, kita belajar firman Tuhan dan bertambah hikmat, tetapi kerap itu

tidak dilakukan. Tuhan Yesus penuh hikmat; “penuh” itu bahasa Yunaninya pleroumenon,

penuh sampai meluap-luap, artinya hikmat Yesus nampak dalam kehidupan-Nya, IA belajar

Taurat di rumah BAPA, IA juga hidup dalam asuhan Yusuf-Maria berarti IA menghormati

orang tuanya.

Jadi kita yang sudah bertambah : usia, pengalaman bahkan firman Tuhan harus

mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kristo : Terima kasih Kristian untuk penjelasannya.

Kristin : Ooo ya, sampai kelupaan, “Selamat Natal” untuk Kristo dan Kristian

Kristian : “Selamat Natal”, biarlah Imanuel terus kita nikmati, juga di tahun 2022.

Kristo : “Selamat Natal” juga. Eeee ….. Kristin, mana coklat Natalnya ?

Kristin : Bereslah ….

-pk-

Kategori
Kotbah Minggu
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
25 Orang Membaca