PASTIKAN HATI MEREKA TENANG
Dipublikasikan pada 20 Juni 2024
2 min baca

Bacaan: Kisah Para Rasul 20:1-16

Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia. (Kis. 20:1)

“Ketika anak mereka sakit, suaminya tak tega membiarkan dirinya sendiri, ia berusaha menenangkan hati istri dan anaknya, setelah itu ia pamit pulang ke rumah dan berjanji besok pagi akan datang lagi.” Demikianlah cerita sang istri tentang kebaikan hati suaminya.

Memastikan bahwa orang terdekat kita sudah merasa tenang dan bisa untuk ditinggal adalah perilaku baik yang bisa menghadirkan kekuatan bagi orang lain. Sama seperti Paulus, ketika ia akan berangkat ke Makedonia, situasi saat itu sedang dalam ketegangan, karena keributan yang terjadi di Efesus akibat ulah Demetrius seorang tukang perak. Kekacauan terjadi, orang-orang sudah saling teriak satu dengan lainnya. Setelah reda keributan, ia pastikan dulu hati para murid sudah tenang, ia menguatkan hati mereka, setelah itu ia berangkat. Begitu juga ketika ia tiba di Makedonia, ia banyak menasihati umat dan memberikan kekuatan kepada mereka. Paulus seolah selalu memastikan kehadirannya di tengah umat adalah kehadiran yang menguatkan.

Kita pun dipanggil untuk bisa menghadirkan ketenangan bagi mereka yang takut dan gelisah. Kita dianugerahi sahabat, keluarga dan teman, hadirlah di tengah mereka sebagai pribadi yang hangat dan menguatkan. Sebelum kita meninggalkan mereka, hendaklah kita memastikan bahwa hati mereka tenang dan bersyukur karena berjumpa dengan kita.

DOA:

Tuhan, jadikan aku pribadi yang sanggup menghadirkan ketenangan di mana pun aku berada. Amin.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
8 Orang Membaca