SUKACITA MENYAMBUT KASIH TUHAN
Dipublikasikan pada 19 Desember 2021
3 min baca

Bacaan: Lukas 1:46-55

Apa yang membuat hati kita paling bersukacita hari ini? Mungkin ada kita yang lagi bersukacita karena sudah menerima THR Natal, atau ada yang bersukacita akan berangkat liburan setelah beberapa lama tidak bisa liburan karena ada pembatasan dimana-mana berhubungan situasi pandemi dan kita hanya berdiam di rumah saja. Dan masih banyak hal lainnya yang membuat kita bersukacita dan patut bersyukur kepada Tuhan.

Bersukacita dan bersyukur karena hati kita lagi senang dan banyak situasi yang menyenangkan kita alami adalah sangat wajar. Tapi sukacita itu hanya berpusat pada diri kita sendiri dan kesenangan kita sendiri. Pernahkah kita bersukacita karena sesuatu di luar diri kita atau menyangkut kepentingan orang lain dan orang banyak? Untuk apa kita memikirkan kebahagiaan dan kepentingan orang lain sedang kan diri kita saja belum bahagia, mungkin itu sempat terlintas di benak kita.

Sang Perawan Maria menyikapi peristiwa kehamilannya dengan sukacita, walaupun itu akan menjadi buah bibir dalam masyarakat karena dia sendiri belum bersuami. Ia menerima dengan ketaatan dan keyakinan bahwa karya Allah dalam dirinya sebagai hamba Tuhan yang dapat terjadi seturut Firman-Nya. Sukacita itu diungkapkannya dengan pujian (Magnifikat) tentang ke Mahakuasaan Allah yang telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepada dirinya dan ia mengagungkan kemuliaan nama Nya dan kekudusan-Nya. (ayat 49)

Maria menyakini bahwa Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada umat manusia yang hidup takut akan Dia. Kehadiran juruselamat bagi dunia akan membawa keselamatan bagi umat manusia yang hina penuh dosa dan cela. Allah akan melawat umat-Nya yang menderita lewat karya Sang Juruselamat. Sukacita Maria berpusat pada kepentingan dan keselamatan umat manusia, supaya rancangan kasih Allah dapat terlaksanakan.

Sukacita Maria menjadi sukacita umat manusia yang akan kita bagikan ke seluruh dunia. Jangan biarkan sukacita itu terhenti pada diri kita sendiri. Banyak orang yang menderita di sekitar kita dan kehilangan harapan akan kehidupan ini. Tugas kitalah menghadirkan sukacita dan secercah harapan Natal di hati mereka, bahwa telah hadir Juruselamat dunia yang menjadi penolong bagi mereka. Amin.

Yakub C.K. Saragih, S.Si.Teol.

Kategori
Kotbah Minggu
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
27 Orang Membaca