SUSAH PERCAYA
Dipublikasikan pada 15 Maret 2023
2 min baca

Bacaan: Yohanes 7:14-31, 37-39

Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!” (Yoh. 7:15)

Skeptis adalah sikap yang cenderung meragukan segala sesuatu. Orang skeptis tidak mudah percaya pada hal-hal yang mereka lihat, dengar, atau bahkan hal yang mereka alami sendiri.

Yesus dikenal oleh banyak orang Yahudi pada masa itu. Hal utama yang mereka tahu tentang Yesus adalah bahwa Ia anak Yusuf, tukang kayu. Datang dari keluarga biasa saja, bila tak hendak disebut miskin, dan tidak mendapatkan pendidikan tinggi. Karena itu, ketika dalam satu kesempatan mereka melihat Yesus mengajar di dalam Bait Allah tentu saja mereka heran. Keheranan mereka yang utama adalah dalam hal isi pengajaran Yesus. Ia mengajar mereka dengan luar biasa. Bukan saja isinya yang luar biasa, melainkan juga keberanian-Nya dalam menyampaikan hal tersebut. Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Ia adalah Kristus, Mesias yang diutus oleh Tuhan. Namun, mereka tak percaya bahwa Ia adalah Kristus, bahkan mereka menuduh-Nya kerasukan setan.

Kita mungkin saja tahu dan mengenal siapa Yesus melalui pembacaan Alkitab. Namun, sungguhkah kita percaya padaNya? Kepercayaan pada Yesus dapat dilihat bukan ketika orang sedang mengalami kesukaan, melainkan ketika mengalami kedukaan. Pada saat itu iman, kepercayaan kita pada Yesus diuji. Percayakah kita akan kasih dan pemeliharaan Tuhan melalui Yesus yang sudah menyerahkan hidup-Nya bagi kita? Jangan-jangan memang susah untuk percaya.

REFLEKSI:

Keraguan dapat menjadi awal yang baik untuk memeriksa sikap percaya kita pada Tuhan.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
11 Orang Membaca